blogs
Keberhasilan itu Hanya Tertunda !
Bisa masuk kerja di perusahaan
terkelas, jelas sangat kita
harapkan. Namun kadang semua
rencana tidak berjalan seperti yang
diinginkan. Misalnya saat tidak
berhasil lulus psikotest masuk
kerja. Jangan sampai kita jadi
down dan menyerah. Prinsipnya,
ini bukanlah kegagalan, melainkan
keberhasilan yang tertunda.
Blessings in Disguise
Tak diterima masuk kerja yang kita
inginkan, bukan akhir dunia. Bukan
pula berarti menyerah dan masuk
ke bidang apapun yang mau
menerima (meskipun kita sama
sekali tidak berminat dan tidak
berbakat disitu). Lalu apa yang kita
lakukan selama ini setelah lulus
pendidikan? Kenyataannya, banyak
kesempatan yang bisa didapat
dalam periode tersebut.
1. Bekerja intensif,
Waktunya lebih fokus berusaha.
Banyak tempat kerja yang yang
menyediakan program intensif
dalam jangka waktu sesuai
keinginan kita (freelance), untuk
pemantapan pekerjaan sesuai
bidang kita dan bisa lulus
psikotest. Tak cuma buat kita lebih
siap, tapi juga mendapat banyak
ilmu, yang selama ini belum atau
kurang dikuasai.
2. Menekuni hobi,
Walaupun ikut freelance / program
intensif, kita masih punya banyak
waktu untuk menyalurkan hobi.
Bisa olahraga, blogging, fotografi,
dance, menyanyi, dan lain
sebagainya. Kalau dulu sibuk
dengan urusan pendidikan,
sekarang kita bisa puas melakoni
kegemaran kita itu, juga bisa
membuahkan hasil. Siapa tahu kita
bisa meraih prestasi atau
achievement lain dari situ. Jadi
foto model atau blog kita dilirik
pengiklan? Who knows!
3. Memperkaya kemampuan,
Kursus-kursus juga bisa
menambah “modal” kita untuk
pekerjaan kita nanti, walau sudah
pernah di ajarkan di pendidikan
kita sebelumnya akan tetapi
mengingat teknologi makin
canggih, hal ini bisa membuat kita
tetap stay tuned on our knowledge.
Contohnya, kita ingin masuk di
bidang arsitektur atau desain, bisa
ambil kursus menggambar atau
photoshop. Kelas yang
berhubungan dengan bahasa dan
komputer, juga berguna sekali
untuk masa depan kita. Satu lagi,
kita juga mengambil sekolah
menyetir sehingga bisa digunakan
sebaik-baiknya nantinya.
4. Mengenal hal baru,
Perbedaan dari poin sebelumnya
adalah kita benar-benar belajar hal
yang belum pernah dicoba atau
dipikirkan sebelumnya. Misalkan,
yang sebelumnya kita suka belanja
ini-itu, bisa belajar untuk menjadi
wirausaha yang menjual barang-barang bekas kita pakai atau
bahkan tidak terpakai sama sekali.
Ada juga yang tadinya cuma bisa
menyantap makanan, bisa
mengikuti kelas bikin kue dan (jika
berhasil mendapatkan tanggapan
baik) kue buatan kita sudah bisa
dijual. Atau kita yang suka
bermake-up ria bisa menjadi
seorang stylish di acara tertentu.
Dengan mencoba berbagai
kegiatan yang baru dan beda, hari-hari kita tidak kalah seru dengan
teman-teman setara kita yang
sudah bekerja.
5. Pengalaman kerja dan perluas
minat,
Jangan hanya mengandalkan
bidang pendidikan kita ataupun
takut dengan tingkat pendidikan
kita dengan orang yang lain, tapi
dilihat dari pengetahuan,
ketegasan, dan kemampuan yang
kita miliki, kita bisa membuat
orang terkesan. Dari situ akan
menjadi modal utama kita
mendapatkan pengalaman kerja
(walau hanya freelancer). Selain itu
kita bisa lebih bijak menentukan
langkah dan strategi pilihan
pekerjaan kita. Di sisi lain, dengan
melakukan riset lebih dalam
tentang bidang kerjaan kita yang
dikehendaki, akan lebih
memantapkan langkah saat
bekerja nanti.
6. Kesempatan bekerja diluar negeri,
Proses untuk bisa kerja diluar negeri memang butuh waktu yang tidak cukup sebentar setelah kita lulus dari pendidikan kita, karena ada serangkaian syarat dan test yang harus diikuti. Kesempatan ini bisa kita kejar, cek info melalui kedutaan atau agent yang diakui oleh pemerintah kita, karena kita akan menjadi seorang TKI. Lebih seru lagi jika kita berkesempatan bekerja di kapal pesiar, karena selain traveling bisa keliling dunia, kehidupan kita sudah diasuransikan oleh perusahaan kapal pesiar tersebut (dari makan, tempat tinggal/cabin/kamar, sampai hiburan biar kita tidak bosan).
7. Istirahat,
Sesedih-sedihnya kita saat tidak diterima kerja, kita tetap bisa merasakan bahwa salah satu hikmah kejadian tersebut adalah kesempatan untuk beristirahat. Baik fisik maupun fikiran. Memang terlihat menganggur, tetapi kesempatan ini bisa kita pakai untuk beristirahat dari segala tetek bengek pendidikan formal. Sudah begitu terbebas pula dari pressure ujian dan nilai. Make yourself free of those shit things. Gunakan pula waktu santai ini untuk meningkatkan hubungan sosial. Termasuk hal sederhana seperti mendekatkan diri dengan adik dan sanak saudara lainnya, rajin mengucapkan happy birthday ke teman atau mencoba social media baru. Hehehee, sekalian energy charge..
Semangat dan jangan pernah
mengeluh apalagi sampai berhenti
berusaha “stuck“. Karena ini
semua adalah untuk masa depan
kita. Ingat “Hidup Hanya Satu Kali“,
jadi jangan sampai takut akan
kegagalan. (Tommy Siawira berkata, “90% orang tidak dapat mencapai impiannya bukan karena tidak memiliki kemampuan melainkan mereka tidak memiliki tujuan yang jelas atau blueprint tentang kesuksesan yang mereka impikan“, dalam bukunya Blueprint keSUKSESan), baca saja bukunya Mas Tommy, siapa tahu kamu bisa redesign pola untuk mencapai kesuksesanmu. Karena masih banyak
peluang dibelakang itu semua.



Comments
No one has commented yet.